PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DALAM EVALUASI KINERJA PERAWATAN ALAT BERAT EXCAVATOR MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS
DOI:
https://doi.org/10.35968/jtin.v15i1.2135Abstrak
Dalam proyek konstruksi, produktivitas, kontinuitas operasional, dan biaya pemeliharaan sangat dipengaruhi oleh keandalan alat berat. Karena excavator termasuk mesin yang paling sering digunakan, manajemen pemeliharaan yang efisien sangat penting untuk mengurangi downtime dan meningkatkan efektivitas operasional. Penelitian ini menggunakan teknik Total Productive Maintenance (TPM) dan evaluasi Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk menilai kinerja pemeliharaan excavator dan mengembangkan solusi peningkatan pemeliharaan yang sesuai.Dengan menggunakan data operasional dan pemeliharaan yang dikumpulkan dari sebuah excavator yang dioperasikan oleh perusahaan penyewaan alat berat selama periode pengamatan empat bulan, sebuah studi kasus kuantitatif dilakukan. Tiga indikator utama digunakan untuk menilai kinerja pemeliharaan: availability, performance, dan quality. Indikator-indikator ini digabungkan untuk memperkirakan nilai OEE. Prioritas untuk peningkatan pemeliharaan kemudian ditentukan menggunakan analisis tersebut. Hasil penelitian, equipment availability meningkat dari 94,19% menjadi 97,32%, menunjukkan penurunan downtime karena aktivitas pemeliharaan. Meskipun demikian, Quality Ratio rata-rata sekitar 87%, sementara kinerja peralatan tetap relatif stabil sekitar 72%. Sehingga nilai OEE berada di bawah ambang batas operasional yang dapat diterima, berkisar antara 58,06% hingga 61,44%. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun OEE berhasil ditingkatkan melalui upaya perbaikan, efisiensi operasional dan kualitas proses masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Untuk meningkatkan keandalan peralatan dan efisiensi operasional, strategi yang disarankan meliputi autonomous maintenance, planned maintenance, quality maintenance, dan training operator