ANALISIS MANAJAMEN SAFETY PEMELIHARAAN TINGKAT SEDANG DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) DI SKADRON TEKNIK 021

Penulis

  • Albinus Prima Indradi Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
  • Waspada Tedja Bhirawa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
  • Basuki Arianto Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
  • Afrizal Hendra Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
  • Sipon Al Munir Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

DOI:

https://doi.org/10.35968/jtin.v15i1.2003

Abstrak

Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dalam setiap operasi udara, termasuk kegiatan pemeliharaan tingkat sedang di Skadron Teknik 021. Aktivitas pemeliharaan pesawat CN-235, Airbus C-295, Boeing 737-300, dan C-130 Hercules mengandung berbagai potensi bahaya seperti jatuh dari ketinggian, risiko FOD (Foreign Object Damage), kebisingan ekstrem saat engine ground run, sengatan listrik pada pemeriksaan avionik, paparan bahan kimia, serta cedera akibat kondisi ergonomi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC), serta memberikan rekomendasi pengendalian sesuai prinsip hierarki pengendalian risiko.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan HIRARC. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan kuesioner kepada teknisi pemeliharaan. Analisis dilakukan dengan mengukur nilai risiko berdasarkan kombinasi Likelihood dan Severity, kemudian memetakan hasilnya ke dalam matriks risiko.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar potensi bahaya berada pada kategori High Risk, terutama pemeriksaan avionik dan risiko FOD intake (R=12), pengisian bahan bakar (R=10), serta pekerjaan di ketinggian (R=10–15). Risiko kategori Moderate ditemukan pada pembersihan pesawat (R=9), ergonomi kerja (R=9), dan engine ground run (R=8). Rekomendasi pengendalian meliputi engineering control (platform kerja dengan guardrail, intake cover, ventilasi, acoustic barrier), administrative control (SOP, Job Safety Analysis, izin kerja, safety briefing), serta penggunaan APD (full body harness, helm keselamatan, sarung tangan, ear muff, goggles, respirator).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan pengendalian risiko secara konsisten dan terintegrasi akan mendukung terwujudnya Lambangja (Keselamatan Penerbangan dan Kerja) serta memperkuat Safety Culture di Skadron Teknik 021.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-22